Zahraflo’s Weblog

kekuatan di tangan KITA

Posted by: zahraflo on: Agustus 14, 2008

Begitu banyak makanan yang tidak sehat beredar di lingkungan kita. Baru-baru ini ada makanan yang sudah kadaluarsa diolah lagi menjadi makanan yang dijual bebas. Bahkan ada kios yang  khusus menjual makanan yangsudah kadaluarsa untuk dijual murah. Dan konsumen membeli tanpa takut bahaya makanan tersebut. Efek samping dari mengkonsumsi makanan kadaluarsa ga maen-maen. Mulai dari diare, muntah-muntah dan jika dikonsumsi berlebihan dapat mengakibatkan kematian

Bahaya Lain dari makanan yang kita beli adalah penggunaan MSG. MSG dapat menembus plasenta pada saat kehamilan, menembus jaringan penyaring antara darah otak, dan menyusup ke lima organ circumventricular. Pelindung darah otak yang terkontaminasi dapat mengakibatkan kelainan hati, trauma, hipertensi, stres, demam tinggi dan proses penuaan. MSG juga memicu reaksi gatal, bintik merah di kulit, mual, dan muntah sakit kepala, migren, asma, gangguan hati, ketidakmampuan belajar dan depresi. Penggunaan MSG lebih berisiko pada bayi dan anak-anak.

Berikut Penjelasan lengkapnya (Kutipan: http://www.lautanindonesia.com/serbarasa/artikel/in-topic/hati-hati-menggunakan-msg)

Monosodium Glutamate (MSG) atau yang biasa disebut vetsin atau michin, seringkali digunakan masyarakat tanpa tahu efek sampingannya yang berbahaya bagi kesehatan tubuh terutama kesehatan anak-anak.

Monosodium Glutamate adalah zat penambah rasa pada makanan yang dibuat dari hasil fermentasi zat tepung dan tetes dari gula beet atau gula tebu. Ketika MSG ditambahkan pada makanan, dia memberikan fungsi yang sama seperti Glutamate yaitu memberikan rasa sedap pada makanan. MSG sendiri terdiri dari air, sodium dan Glutamate.

MSG adalah garam natrium (sodium) dari asam glutamat (salah satu asam amino non-esensial penyusun protein). MSG dijual sebagai kristal halus berwarna putih, dan penampakannya mirip gula pasir atau garam dapur.

Glutamate adalah asam amino (amino acid) yang secara alami terdapat pada semua bahan makanan yang mengandung protein. Misalnya, keju, susu, daging, ikan dan sayuran. Glutamate juga diproduksi oleh tubuh manusia dan sangat diperlukan untuk metabolisme tubuh dan fungsi otak. Setiap orang rata-rata membutuhkan kurang lebih 11 gram Glutamate per hari yang didapat dari sumber protein alami.

Secara sederhana MSG dibagi menjadi dua jenis, yakni alami dan buatan. MSG yang alami sehat untuk dikonsumsi. Sedangkan yang buatan, dan justru banyak beredar, sangat berpotensi mendatangkan gangguan kesehatan.

Pada dasarnya MSG tidak dibutuhkan untuk jenis masakan Indonesia karena sudah banyak bahan bahan yang membuat lezat pada makanan Indonesia, jika ditambah lagi MSG maka itu berarti berlebihan. Disamping itu, MSG berfungsi mengintensifkan rasa gurih dari produk daging dagingan utamanya.

Jika pun diperlukan pengganti MSG, biasanya adalah yeast extract (ekstrak khamir), atau moromi (hasil fermentasi kedele) atau bubuk kecap. Untuk itu, demi kesehatan tubuh kita terutama anak-anak, hindari penggunaan MSG yang berlebihan dalam masakan dan makanan dan sebaiknya mengganti penyedap masakan anda dengan garam dan gula atau tidak memakainya sama sekali.

Seandainya kita sebagai konsumen lebih memilih makanan yang sehat tentu pengembangan penggunaan makanan yang tidak sehat seprti di atas tidak menjalar. Kekuatan ada di tangan kita, sebagai konsumen. Kita harus pintar memilih makanan sehat untuk kesehatan sendiri. Karena makanan yang tidak sehat yang mengandung MSg masih sangat banyak peminatnya, maka produesn tidak mau berhenti, karena mereka banyak mendapatkan untung. Tapi bila kita tidak membeli dan menikmati makanan – makanan tersebut tentu mereka akan berusaha memproduksi makanan yang sehat.

Perangi makanan yang tidak sehat. KITA yang menentukannya….

Tinggalkan Balasan

 

Agustus 2008
S S R K J S M
« Jul   Okt »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Blog Stats

  • 3,795 hits

Halaman

a

Watch videos at Vodpod and other videos from this collection.

Tag